cerita inspirasi

September 15th, 2010

Nama : Ledy Damayanti

Nrp : G34100116

Laskar 15

Waktu itu ketika saya sedang melewati jalan Tugu Kujang, saya melihat ada seorang kakek-kakek sedang meminta-minta. Awalnya saya tidak begitu simpatik pada kakek itu, karena saya pikir dia masih sehat dan bisa bekerja kalau dia mau. Karena pada saaat itu jalanan sedang macet, saya terus memperhatikan kakek-kakek tersebut. Kakek itu pun trus meminta dan menyodorkan tangannya pada setiap orang yang lewat. Sesekali ada yang memberi lima ratus rupiah bahkan seribu rupiah. Kakek itu amat tampak senang. Setelah itu, dia mulai menghitung uang yang dia terima. Mungkin tidak seberapa tapi cukup untuk sekali makan. Tiba-tiba seorang anak kecil mendatangi kakek itu dan berkata sesuatu dengan muka yang memelas dan memegang-megang perutnya. Saya kira anak itu lapar. Lalu iya memberikan uang hasil yang telah iya dapatkan kepada anak itu, ketika itu hari sudah sore dan jarang ada orang yang lewat lagi dan memberikan uang padanya. Saya tahu dia juga lapar tapi dia lebih memilih memberikan uang yang dia dapatkan untuk anak kecil itu. Lalu anak itu pun membeli sebungkus nasi. Anak itu tampak gembira dan berterima kasih pada kakek itu.

Dari kisah itu saya menyadari bahwa kita tidak boleh menilai orang lain rendah hanya karena pekerjaannya. Kita harus melihat juga bahwa dia masih memiliki hati yang tulus untuk menolong sesama padahal mungkin dirinya sendiri juga masih membutuhkan bantuan. Dari cerita tersebut mungkin saja kakek itu pun lapar tapi dia lebih memilih utnuk memberikan uangnya untuk anak kecil itu. Sebaliknya ada juga orang yang memiliki perkerjaan yang layak dan berkecukupan tapi dia tidak mau menolong sesama mungkin karena gengsi dan merasa dirinya lebih dari orang lain.

Kisah itu pun memberikan inspirasi pada saya bahwa kita harus menolong sesama dalam kondisi apapun dan kita tidak boleh melihat sesorang dari luarnya saja tapi juga dari hatinya.

cerita inspirasi 2

September 15th, 2010

Nama : Ledy Damayanti

NRP : G34100116

Laskar 15

Ketika lulus SMA dulu saya seperti siswa lainnya ingin kuliah di universitas negeri yang bagus dan jurusan yang di inginkan. Saya sangat semangat untuk ikut tes-tes ujian masuk negeri dan saya pun belajar sangat giat demi tercapainya cita-cita saya.

Waktu itu pun diadakan ujian masuk bersama, saya sangat semangat dalam mengerjakan soal-soal. Walaupun soalnya sulit tapi saya optimis untuk bisa masuk ke perguruan tinggi negeri tersebut. Setelah ujian berlalu saya harap-harap cemas untuk menunggu hasil ujian apakah saya lulus atau tidak. Akhirnya saya tidak lulus. Saya pun kecewa, saya merasa saya telah melakukan yang terbaik tetapi hasilnya gagal.

Saya tidak putus asa dan terus mencoba dan belajar lebih giat untuk ujian yang selanjutnya. Tapi hasilnya tetap gagal. Saya sempat pesimis dan bermaksud untuk langsung meneruskan kuliah d perguruan tinggi swasta. Saya melihat teman-teman saya yang dulunya sama-sama berjuang sat-persatu berhasil dan di terima di masing-masing universitas yang mereka inginkan.Saya sangat sedih sekali karena saya pikir hanya saya yang tertinggal.

Walaupun seperti itu teman dan keluarga saya tidak pernah letih untuk memberikan motivasi pada saya agar terus semangat dan berjuang agar saya juga dapat diterima di perguruan tinggi negeri yang bagus. Selain berusaha, saya tidak lupa berdoa kepada Tuhan YME karena Tuhanlah yang menentukan semuanya dan saya yakin rencana Tuhan sangat indah untuk hambanya.

Akhirnya ujian SNMPTN pun datang, saya telah mempersiapkan sebaik-baiknya tetapi untuk kali ini saya lebih pasrah pada Tuhan-lah yang menentukan segalanya dan pasti rencana Tuhan lebih indah dari rencana kita.

Akhirnya tiba hari pengumuman tes SNMPTN, saya sangat cemas dan takut untuk melihat hasilnya tapi saya berusaha untuk meyakinkan diri saya bahwa apapun hasilnya pasti itu yang terbaik untuk saya. Alhamdulillah saya lulus, saya sangat senang dan tentunya keluarga saya pun ikut senang.

Dari cerita tersebut saya menyadari bahwa kita harus terus berusaha untuk meraih cita-cita yang kita inginkan. Jalan kita pasti akan terhalang oleh kegagalan tapi setelah kegagalan pasti ada keberhasilan yang akan kita capai. Selain itu kita harus terus berdoa kepada Tuhan YME dan memasrahkan segala hasilnya karena rencana Tuhan lebih indah dari pada rencana kita.